Setelah tiket pesawat berhasil dibeli, ada satu keputusan kecil yang ternyata bisa cukup memengaruhi kenyamanan perjalanan: mau duduk di mana?
Sebagian penumpang langsung memilih window seat karena ingin menikmati pemandangan. Ada yang lebih suka aisle karena mudah berdiri. Sementara penumpang lain lebih mementingkan ruang kaki, posisi dekat pintu keluar, atau lokasi yang terasa lebih nyaman ketika pesawat mengalami turbulensi.
Tidak ada satu kursi yang otomatis menjadi pilihan terbaik untuk semua orang. Cara memilih kursi pesawat sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan, durasi penerbangan, konfigurasi kabin, dan kebiasaan masing-masing penumpang.
Mari kita bahas satu per satu.
Kenali Konfigurasi Kursi Pesawat Terlebih Dahulu
Sebelum memilih nomor kursi, lihat seat map.
Pesawat yang berbeda dapat memiliki konfigurasi kabin berbeda.
Pada penerbangan tertentu kita mungkin menemukan konfigurasi:
3-3
Artinya terdapat tiga kursi di sisi kiri lorong dan tiga di sisi kanan.
Pesawat yang lebih besar dapat memiliki konfigurasi seperti:
3-3-3
atau
3-4-3.
Karena itu, nomor dan huruf kursi tidak memberikan gambaran lengkap sebelum kita melihat layout pesawat.
Apa Itu Window Seat?
Window seat adalah kursi yang berada di samping jendela.
Ini menjadi salah satu pilihan paling populer, terutama bagi orang yang jarang naik pesawat.
Keuntungan paling jelas tentu pemandangan.
Ketika takeoff dan landing, kita dapat melihat bandara, kota, awan, pegunungan, laut, atau berbagai pemandangan lain tergantung rute.
Selain itu, penumpang window tidak perlu berdiri setiap kali orang lain ingin keluar dari baris.
Namun, ada kekurangannya.
Kalau ingin ke toilet, kita harus meminta penumpang di sebelah untuk memberikan jalan.
Siapa yang Cocok Memilih Window Seat?
Window seat cocok untuk penumpang yang:
- ingin melihat pemandangan;
- suka mengambil foto dari jendela;
- jarang pergi ke toilet;
- ingin tidur tanpa sering terganggu orang lewat;
- atau ingin memiliki sisi kabin sebagai tempat bersandar.
Untuk penerbangan pendek, window seat sering menjadi pilihan yang menyenangkan.
Terutama kalau ini bagian dari pengalaman pertama kali naik pesawat.
Kekurangan Window Seat
Akses menuju lorong merupakan kelemahan utamanya.
Jika penerbangan berlangsung lama dan penumpang ingin sering berdiri, window seat bisa terasa kurang praktis.
Kita harus meminta satu atau dua orang berdiri tergantung konfigurasi kabin.
Selain itu, bentuk dinding pesawat dan posisi jendela dapat membuat ruang terasa berbeda antara satu jenis pesawat dan lainnya.
Jadi window seat bukan otomatis kursi paling nyaman.
Apa Itu Aisle Seat?
Aisle seat adalah kursi yang berada tepat di sebelah lorong.
Keuntungan utamanya adalah mobilitas.
Penumpang lebih mudah:
berdiri,
pergi ke toilet,
mengambil barang sesuai aturan,
atau sekadar meregangkan tubuh ketika kondisi penerbangan memungkinkan.
Untuk perjalanan panjang, keuntungan ini cukup terasa.
Siapa yang Cocok Memilih Aisle Seat?
Aisle seat cocok bagi penumpang yang:
sering ke toilet,
tidak suka merasa terkurung,
ingin mudah berdiri,
atau lebih mementingkan akses dibanding pemandangan.
Penumpang bertubuh tinggi juga terkadang merasa aisle lebih nyaman karena memberikan sensasi ruang yang sedikit lebih terbuka.
Namun, tetap jangan menjulurkan kaki atau bagian tubuh ke lorong karena dapat mengganggu penumpang dan kru.
Kekurangan Aisle Seat
Kita mungkin harus berdiri ketika penumpang window atau middle ingin keluar.
Troli layanan juga bergerak melalui lorong.
Karena itu, bagian tubuh yang terlalu menjorok dapat tersenggol.
Selain itu, aisle memiliki lalu lintas penumpang yang lebih tinggi.
Jika ingin tidur sepanjang penerbangan tanpa gangguan, window mungkin lebih cocok.
Bagaimana dengan Middle Seat?
Middle seat berada di antara dua penumpang.
Bagi banyak orang, ini merupakan pilihan terakhir.
Tidak mendapatkan jendela.
Tidak memiliki akses langsung ke lorong.
Namun, middle seat tetap dapat digunakan dengan nyaman jika penerbangan pendek atau bepergian bersama teman.
Misalnya tiga orang traveling bersama.
Satu baris dapat diisi seluruh anggota kelompok sehingga middle seat tidak terlalu menjadi masalah.
Etika Armrest untuk Middle Seat
Tidak ada aturan universal yang mengatur semua situasi armrest secara identik.
Namun, ada etika perjalanan yang cukup umum dikenal: penumpang middle seat sudah tidak mendapatkan keuntungan window maupun aisle, sehingga memberikan akses armrest tengah kepadanya sering dianggap sebagai sikap yang baik.
Tetap gunakan komunikasi dan kesadaran terhadap penumpang lain.
Ruang kabin memang terbatas.
Sedikit toleransi membuat perjalanan lebih nyaman untuk semua orang.
Window atau Aisle Lebih Bagus?
Jawabannya bergantung pada prioritas.
Kalau ingin:
pemandangan + tidur → window.
Kalau ingin:
mobilitas + mudah ke toilet → aisle.
Kalau bepergian bersama orang lain dan ingin duduk berdekatan, pilihan dapat disesuaikan berdasarkan kombinasi kursi yang tersedia.
Tidak perlu mengikuti pendapat orang lain mengenai kursi pesawat terbaik.
Pilih berdasarkan kebutuhan sendiri.
Bagaimana Kalau Penerbangannya Cuma Satu Jam?
Untuk penerbangan sangat pendek, posisi kursi biasanya tidak terlalu menentukan.
Kita mungkin hanya duduk selama sekitar satu jam sebelum pesawat mulai descent.
Dalam kondisi seperti ini, memilih kursi berdasarkan harga bisa lebih masuk akal.
Jika pemilihan kursi membutuhkan biaya tambahan yang cukup besar, pertimbangkan apakah manfaatnya memang sebanding untuk penerbangan singkat.
Kalau Penerbangannya 8 Jam?
Situasinya berbeda.
Pada long-haul flight, kenyamanan menjadi lebih penting.
Kemudahan berdiri.
Akses toilet.
Posisi tidur.
Ruang kaki.
Lokasi terhadap galley dan lavatory.
Semua mulai terasa setelah duduk selama berjam-jam.
Karena itu, untuk penerbangan panjang, melihat seat map sebelum memilih kursi menjadi jauh lebih berguna.
Apakah Kursi Bagian Depan Lebih Baik?
Salah satu keuntungan duduk di bagian depan kabin ekonomi adalah kemungkinan keluar lebih cepat setelah pesawat tiba, tergantung prosedur deboarding.
Ini berguna jika penumpang ingin segera menuju imigrasi atau memiliki jadwal lanjutan.
Namun, keuntungan tersebut tidak selalu besar.
Jika masih harus menunggu checked baggage, keluar pesawat beberapa menit lebih cepat belum tentu membuat kita keluar bandara lebih cepat.
Kursi Depan Bisa Lebih Mahal
Beberapa maskapai mengelompokkan kursi berdasarkan kategori.
Kursi bagian depan dapat dikenakan biaya tambahan.
Begitu pula kursi dengan extra legroom.
Karena itu, jangan hanya melihat posisi.
Lihat juga harganya.
Prinsip cara menghemat biaya traveling tetap berlaku: bayar tambahan hanya jika manfaatnya memang kita butuhkan.
Bagaimana dengan Kursi Dekat Sayap?
Kursi di sekitar sayap sering menjadi pilihan menarik.
Secara fisik, area yang lebih dekat dengan pusat massa pesawat dapat terasa berbeda dibanding bagian yang lebih jauh ketika pesawat mengalami gerakan tertentu.
Karena itu, beberapa penumpang yang sensitif terhadap gerakan memilih area sekitar sayap.
Namun, tidak ada kursi yang membuat turbulensi benar-benar hilang.
Seluruh pesawat tetap bergerak bersama.
Kursi Mana yang Terasa Lebih Sedikit Bergerak?
Secara umum, area sekitar sayap sering direkomendasikan kepada penumpang yang ingin mengurangi sensasi gerakan dibanding duduk jauh di belakang.
Bayangkan pesawat seperti benda panjang yang bergerak.
Bagian yang lebih jauh dari pusat rotasi dapat mengalami gerakan yang terasa lebih besar dalam kondisi tertentu.
Namun, persepsi kenyamanan setiap orang berbeda.
Faktor turbulensi sendiri juga bergantung pada kondisi atmosfer.
Apakah Duduk Dekat Sayap Menghalangi Pemandangan?
Ya, ini salah satu kekurangannya bagi penggemar window seat.
Sayap dapat memenuhi sebagian besar pandangan dari jendela.
Meski begitu, melihat wing selama penerbangan justru menarik bagi sebagian orang.
Kalau tujuan utama adalah foto landscape tanpa sayap, pilih kursi yang cukup jauh di depan atau belakang sayap sesuai konfigurasi pesawat.
Gunakan seat map untuk memperkirakannya.
Bagaimana dengan Kursi Bagian Belakang?
Kursi belakang memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan.
Pada sebagian penerbangan, area belakang mungkin memiliki lebih banyak pilihan kursi jika penumpang lain cenderung memilih bagian depan.
Tetapi lokasi dekat lavatory atau galley dapat meningkatkan lalu lintas orang.
Ketika pesawat mengalami gerakan, sensasinya juga dapat terasa berbeda dibanding area dekat sayap.
Karena itu, belakang bukan selalu buruk tetapi memiliki trade-off tersendiri.
Kursi Dekat Toilet Nyaman atau Tidak?
Dekat toilet memberikan akses yang sangat mudah.
Ini bisa berguna untuk penumpang tertentu atau penerbangan panjang.
Namun, terdapat beberapa potensi kekurangan.
Orang dapat mengantre di sekitar kursi.
Pintu sering terbuka dan tertutup.
Area tersebut lebih ramai.
Pada kondisi tertentu, kenyamanan bau juga dapat menjadi pertimbangan.
Kalau ingin tidur dengan minim gangguan, sebaiknya jangan terlalu dekat dengan lavatory.
Bagaimana dengan Kursi Dekat Galley?
Galley adalah area yang digunakan kru untuk mempersiapkan layanan kabin.
Duduk dekat galley dapat berarti lebih banyak aktivitas di sekitar kursi.
Suara persiapan layanan.
Cahaya.
Percakapan.
Pergerakan kru.
Untuk penumpang yang ingin tidur, area tersebut mungkin kurang ideal.
Namun, tingkat gangguan dapat berbeda berdasarkan penerbangan dan konfigurasi pesawat.
Apa Itu Exit Row?
Exit row adalah baris kursi yang berada di sekitar emergency exit.
Pada beberapa pesawat, kursi ini memiliki ruang kaki lebih luas.
Itulah alasan banyak penumpang tertarik memilihnya.
Namun, exit row memiliki persyaratan keselamatan.
Penumpang yang duduk di sana harus memenuhi ketentuan maskapai dan bersedia membantu dalam kondisi darurat sesuai instruksi kru.
Exit Row Tidak Cocok untuk Semua Penumpang
Jangan memilih exit row hanya karena legroom.
Maskapai dapat memiliki batasan berdasarkan usia, kemampuan fisik, bahasa atau komunikasi, kebutuhan bantuan, serta faktor keselamatan lainnya.
Barang bawaan juga mungkin memiliki aturan lebih ketat selama takeoff dan landing.
Jika tidak memenuhi syarat, kru dapat memindahkan penumpang ke kursi lain.
Periksa ketentuan maskapai.
Apa Itu Bulkhead Seat?
Bulkhead adalah kursi yang berada tepat di belakang dinding atau pembatas kabin.
Karena tidak terdapat kursi langsung di depan pada beberapa konfigurasi, ruangnya terasa berbeda.
Namun, tidak selalu berarti legroom lebih besar.
Selain itu, barang kecil mungkin tidak dapat ditempatkan di bawah kursi depan karena memang tidak ada kursi di sana.
Saat takeoff dan landing, barang mungkin harus disimpan di overhead compartment.
Kursi Extra Legroom Layak Dibayar?
Tergantung.
Untuk orang bertubuh tinggi atau penerbangan panjang, tambahan ruang kaki dapat memberikan manfaat nyata.
Untuk penerbangan 45 menit, manfaatnya mungkin tidak terlalu besar.
Bandingkan harga.
Misalnya tiket Rp800.000 tetapi extra legroom membutuhkan tambahan Rp300.000.
Tanyakan apakah kenyamanan tambahan tersebut memang bernilai bagi kebutuhan perjalanan.
Jangan Salah Mengira Semua Kursi Sama
Meskipun berada dalam kelas ekonomi yang sama, karakter kursi dapat berbeda.
Ada kursi yang tidak dapat direbahkan penuh karena berada di depan emergency exit.
Ada kursi dekat toilet.
Ada kursi dengan window yang posisinya tidak sejajar.
Ada kursi dengan perangkat tertentu di bawah kursi depan yang mengurangi ruang kaki.
Inilah alasan seat map berguna.
Kursi di Depan Exit Row Perlu Diperhatikan
Pada beberapa konfigurasi, kursi tepat di depan emergency exit memiliki keterbatasan recline atau bahkan tidak dapat direbahkan.
Tujuannya berkaitan dengan menjaga jalur evakuasi.
Jika kemampuan recline penting untuk penerbangan panjang, periksa karakter kursi tersebut sebelum memilih.
Jangan hanya melihat bahwa lokasinya dekat exit row.
Tidak Semua Window Seat Punya Jendela Ideal
Ini sering mengejutkan penumpang.
Ada kursi yang secara posisi merupakan window seat tetapi jendelanya tidak sejajar dengan kursi.
Pada beberapa konfigurasi bahkan bisa terdapat baris dengan pandangan jendela yang sangat terbatas.
Jika pemandangan merupakan alasan utama memilih window, cari informasi seat map pesawat yang digunakan.
Tetapi ingat, jenis pesawat juga dapat berubah karena kebutuhan operasional.
Jenis Pesawat Bisa Berubah
Maskapai dapat mengganti aircraft yang digunakan untuk penerbangan tertentu.
Jika itu terjadi, seat map dan posisi kursi dapat ikut berubah.
Kursi yang awalnya dipilih mungkin dipindahkan ke nomor lain atau memiliki karakter berbeda.
Karena itu, pemilihan kursi tidak selalu merupakan jaminan mutlak terhadap layout tertentu.
Periksa kembali mendekati keberangkatan.
Kenapa Nomor Kursi Kadang Berubah?
Perubahan pesawat.
Kebutuhan operasional.
Masalah teknis kursi.
Kebutuhan keluarga.
Pertimbangan keselamatan.
Ada berbagai alasan maskapai dapat melakukan perubahan seating.
Jika posisi kursi sangat penting, cek booking sebelum keberangkatan dan tanyakan kepada maskapai jika terjadi perubahan.
Kalau Traveling Berdua Pilih Kursi Apa?
Pada konfigurasi 3-3, pasangan traveler sering memilih window + middle atau middle + aisle supaya pasti bersebelahan.
Ada juga strategi memilih window + aisle dengan harapan middle kosong.
Namun, strategi tersebut tidak menjamin.
Jika penerbangan penuh, orang lain dapat mendapatkan middle seat.
Kalau benar-benar ingin duduk bersebelahan, pilih dua kursi yang berdampingan sejak awal.
Jangan Mengandalkan Kursi Kosong
Pesawat terlihat sepi saat booking bukan berarti akan tetap sepi.
Penumpang lain masih dapat membeli tiket.
Maskapai juga dapat melakukan perubahan seat assignment.
Karena itu, jangan membuat rencana perjalanan berdasarkan asumsi bahwa kursi sebelah pasti kosong.
Anggap semua kursi dapat terisi.
Kalau ternyata kosong, itu bonus.
Kalau Traveling Bertiga Lebih Mudah
Pada konfigurasi 3-3, tiga orang dapat mengambil satu sisi baris.
Window, middle, aisle.
Ini memberikan fleksibilitas.
Penumpang yang ingin tidur dapat memilih window.
Yang sering ke toilet memilih aisle.
Middle diisi anggota kelompok lainnya.
Namun, tetap cek konfigurasi karena tidak semua pesawat menggunakan 3-3.
Solo Traveler Punya Lebih Banyak Fleksibilitas
Salah satu keuntungan menerapkan tips solo traveling untuk pemula adalah pemilihan kursi menjadi lebih fleksibel.
Kita hanya mencari satu tempat.
Tidak perlu mencari dua atau tiga kursi berdampingan.
Bahkan ketika penerbangan sudah cukup penuh, terkadang masih terdapat satu window atau aisle yang tersisa.
Namun, harga pemilihan kursi tetap perlu dipertimbangkan.
Kalau Mudah Tidur Pilih Window
Window memberikan satu sisi tambahan untuk bersandar.
Selain itu, kita tidak perlu berdiri karena orang lain ingin keluar.
Ini membuat window menarik untuk orang yang ingin tidur.
Bawa bantal leher jika diperlukan.
Namun, jangan bersandar pada penumpang lain.
Gunakan ruang pribadi dengan wajar.
Kalau Sering ke Toilet Pilih Aisle
Ini cukup jelas.
Kalau sudah tahu akan sering berdiri, aisle memberikan akses yang lebih praktis.
Kita tidak perlu terus meminta orang lain keluar.
Hal ini terutama berguna pada penerbangan panjang.
Memilih kursi berdasarkan kebiasaan sendiri merupakan bagian penting dari cara memilih kursi pesawat yang sering dilupakan.
Kalau Takut Ketinggian Bagaimana?
Tidak semua orang menikmati melihat keluar jendela.
Kalau pemandangan ketinggian justru membuat tidak nyaman, tidak ada kewajiban memilih window.
Middle atau aisle dapat membantu mengurangi fokus terhadap pemandangan luar.
Pilih posisi yang membuat perjalanan terasa lebih tenang.
Jangan memilih window hanya karena dianggap pengalaman wajib.
Kalau Takut Turbulensi Pilih Mana?
Penumpang yang sensitif terhadap gerakan dapat mempertimbangkan area sekitar sayap.
Namun, penting memahami bahwa turbulensi merupakan kondisi udara yang memengaruhi pesawat secara keseluruhan.
Pemilihan kursi hanya dapat memengaruhi sensasi gerakan relatif, bukan menghilangkan turbulensi.
Tetap pasang seat belt ketika duduk dan ikuti instruksi kru.
Kalau Ingin Cepat Keluar Pesawat?
Pilih bagian depan jika tersedia dan sesuai budget.
Tetapi periksa bagaimana pesawat biasanya melakukan boarding dan deboarding.
Pada beberapa bandara, penumpang bisa keluar melalui pintu depan dan belakang.
Dalam kondisi seperti itu, kursi belakang justru dapat keluar cukup cepat.
Prosedur juga dapat berubah.
Connecting Flight Membuat Posisi Kursi Lebih Penting
Kalau memiliki transit dengan waktu terbatas, duduk lebih dekat ke pintu keluar dapat menghemat beberapa menit.
Namun, jangan menggunakan pemilihan kursi untuk “memperbaiki” jadwal transit yang sejak awal terlalu ketat.
Ketika membuat itinerary liburan, berikan waktu koneksi yang realistis.
Delay tetap dapat terjadi.
Beberapa menit dari seat selection tidak dapat mengatasi delay besar.
Pilih Kursi Sebelum Hari Keberangkatan Jika Penting
Kalau memiliki preferensi kuat seperti harus aisle atau ingin duduk bersama keluarga, jangan menunggu terlalu lama jika maskapai memungkinkan pemilihan kursi.
Pilihan biasanya semakin terbatas ketika penerbangan semakin penuh.
Namun, lihat biaya.
Tidak semua preferensi perlu dibayar mahal.
Tentukan prioritas sebelum membeli.
Apakah Online Check-in Bisa Dapat Kursi Gratis?
Tergantung kebijakan maskapai dan jenis tarif.
Sebagian maskapai dapat memberikan seat assignment otomatis ketika check-in.
Sebagian memungkinkan memilih dari kursi tertentu.
Yang lain mengenakan biaya untuk pemilihan kursi.
Kebijakan dapat berubah.
Karena itu, periksa aturan tiket dan maskapai yang digunakan.
Jangan Asal Klik Kursi yang Terlihat Kosong
Lihat posisinya terhadap:
sayap,
toilet,
galley,
emergency exit,
dinding kabin,
dan pintu.
Seat map sederhana dari maskapai mungkin hanya menunjukkan nomor.
Jika posisi sangat penting, cari informasi tambahan mengenai konfigurasi pesawat.
Namun, prioritaskan sumber resmi untuk informasi keselamatan dan aturan kursi.
Bawa Barang Kabin Secukupnya
Kenyamanan kursi juga dipengaruhi barang bawaan.
Kalau tas besar diletakkan di bawah kursi depan, ruang kaki akan berkurang.
Gunakan prinsip cara packing baju untuk traveling supaya barang kabin tidak berlebihan.
Bawa barang yang memang diperlukan selama penerbangan.
Sisanya dapat disimpan sesuai ketentuan.
Jangan Menguasai Ruang Penumpang Lain
Memilih aisle bukan berarti kaki boleh terus berada di lorong.
Memilih window bukan berarti boleh mengambil sebagian middle seat.
Semua penumpang membeli ruang yang terbatas.
Gunakan area sendiri.
Simpan barang dengan rapi.
Hindari membuat perjalanan orang lain menjadi tidak nyaman.
Recline Juga Perlu Etika
Jika kursi dapat direbahkan, gunakan dengan mempertimbangkan situasi.
Lihat kondisi penumpang di belakang.
Ikuti instruksi kru terutama saat takeoff, landing, dan waktu tertentu.
Pada penerbangan pendek, recline besar mungkin tidak terlalu diperlukan.
Komunikasi sederhana dapat menghindari konflik.
Jangan Memilih Kursi Hanya Berdasarkan Foto Media Sosial
Foto window seat dengan pemandangan indah memang menarik.
Namun, perjalanan sebenarnya mungkin berlangsung malam hari.
Atau seluruh penerbangan berada di atas awan.
Atau jendelanya tertutup karena kondisi kabin tertentu.
Pilih berdasarkan kebutuhan perjalanan, bukan hanya kemungkinan mendapatkan foto.
Untuk Penerbangan Malam Prioritas Bisa Berubah
Pada penerbangan siang, window memberikan pemandangan.
Pada penerbangan malam, pemandangan mungkin jauh lebih terbatas.
Kalau tujuan utama adalah tidur, window masih berguna.
Tetapi kalau ingin mudah berdiri selama long-haul, aisle mungkin lebih praktis.
Waktu penerbangan sebaiknya ikut dipertimbangkan.
Posisi Matahari Bisa Menentukan Sisi Jendela
Untuk traveler yang mengejar pemandangan atau ingin mengurangi paparan matahari langsung, arah penerbangan dan waktu dapat memengaruhi sisi kabin.
Namun, rute pesawat tidak selalu berupa garis lurus sederhana.
Heading dapat berubah.
Cuaca dan prosedur penerbangan juga memengaruhi jalur.
Jadi jangan menganggap sisi tertentu pasti mendapatkan sunrise atau sunset sempurna.
Kalau Membawa Anak Pilihan Kursinya Berbeda
Keluarga memiliki kebutuhan tambahan.
Akses toilet.
Posisi duduk bersama.
Peraturan mengenai child restraint.
Lokasi yang diperbolehkan untuk anak.
Semua perlu diperhatikan.
Emergency exit misalnya memiliki pembatasan tertentu.
Periksa kebijakan maskapai sebelum memilih kursi keluarga.
Penumpang dengan Kebutuhan Mobilitas Sebaiknya Menghubungi Maskapai
Jika membutuhkan bantuan khusus, jangan hanya mengandalkan seat map.
Hubungi maskapai atau layanan bandara sesuai kebutuhan.
Terdapat prosedur khusus untuk bantuan mobilitas dan seating.
Mengaturnya sebelum hari keberangkatan dapat membuat proses lebih lancar.
Harga Kursi Jangan Sampai Mengacaukan Budget
Misalnya tiket murah berhasil didapat.
Kemudian menambah:
bagasi,
kursi premium,
priority boarding,
makanan,
dan berbagai layanan tambahan.
Total akhirnya mungkin jauh lebih tinggi.
Ketika menerapkan cara menghemat biaya traveling, hitung total biaya perjalanan, bukan hanya harga tiket awal.
Pilih add-on yang benar-benar memberikan manfaat.
Kursi Termurah Tidak Selalu Pilihan Buruk
Untuk penerbangan singkat, random seat bisa saja sudah cukup.
Jika tidak peduli window atau aisle, tidak perlu selalu membayar pemilihan kursi.
Simpan budget untuk hotel, makanan, atau aktivitas di tujuan.
Kenyamanan penting.
Tetapi nilainya harus dilihat berdasarkan durasi dan kebutuhan.
Buat Prioritas Sebelum Memilih
Daripada bingung melihat puluhan nomor kursi, tentukan prioritas.
Contoh:
Prioritas 1: aisle.
Prioritas 2: dekat sayap.
Prioritas 3: tidak dekat toilet.
Prioritas 4: maksimal tambahan Rp100.000.
Dengan kriteria seperti itu, pemilihan menjadi jauh lebih mudah.
Jangan Mengejar Kursi “Terbaik” Secara Absolut
Internet penuh dengan rekomendasi seperti:
“Nomor 12A adalah kursi terbaik.”
Masalahnya, nomor tersebut tidak berarti sama pada semua pesawat.
Bahkan pesawat dengan model serupa dapat memiliki konfigurasi berbeda berdasarkan maskapai.
Karena itu, pikirkan berdasarkan karakter kursi.
Bukan nomor semata.
Kursi Terbaik Adalah yang Sesuai Kebutuhan
Kalau ingin tidur:
window dan jauh dari area ramai mungkin lebih nyaman.
Kalau sering ke toilet:
aisle.
Kalau sensitif terhadap gerakan:
pertimbangkan area sekitar sayap.
Kalau mengejar legroom:
lihat extra legroom atau exit row jika memenuhi persyaratan.
Kalau mengejar budget:
seat assignment standar mungkin sudah cukup.
Itulah inti dari cara memilih kursi pesawat.
Checklist Sebelum Menentukan Kursi
Sebelum menekan tombol konfirmasi, tanyakan:
Berapa lama penerbangannya?
Gue lebih suka window atau aisle?
Sering ke toilet atau tidak?
Mau tidur selama penerbangan?
Perlu keluar pesawat cepat?
Sensitif terhadap gerakan?
Apakah kursinya dekat toilet atau galley?
Apakah ada biaya tambahan?
Apakah manfaatnya sebanding dengan harga?
Beberapa pertanyaan tersebut biasanya sudah cukup untuk menentukan pilihan.
Tidak Ada Satu Kursi yang Cocok untuk Semua Traveler
Pada akhirnya, cara memilih kursi pesawat bukan tentang mencari nomor tempat duduk yang secara universal paling bagus.
Setiap posisi memiliki kelebihan dan kekurangan.
Window memberikan pemandangan dan privasi lebih baik untuk tidur, tetapi akses lorong terbatas.
Aisle memberikan mobilitas, tetapi lebih sering terganggu lalu lintas penumpang.
Middle seat tidak menjadi favorit banyak orang, tetapi tetap bisa masuk akal ketika bepergian bersama kelompok.
Bagian depan memudahkan keluar lebih cepat dalam banyak situasi. Area sekitar sayap dapat terasa lebih nyaman bagi sebagian penumpang yang sensitif terhadap gerakan. Sementara exit row dapat memberikan ruang kaki tambahan tetapi memiliki persyaratan keselamatan.
Jadi sebelum memilih, lihat durasi penerbangan, kebutuhan pribadi, seat map, lokasi fasilitas, dan biaya tambahan.
Dengan pertimbangan sederhana tersebut, kita tidak perlu lagi memilih kursi hanya berdasarkan tebakan.
Melalui Suboticke, kami akan terus membahas penerbangan, hotel, transportasi, itinerary, packing, budget, dan berbagai tips traveling yang membantu perjalanan terasa lebih praktis dari keberangkatan sampai pulang.
