Traveling sering dianggap membutuhkan budget besar. Tiket perjalanan, penginapan, transportasi lokal, makanan, tiket wisata, dan belanja memang bisa membuat pengeluaran bertambah dengan cepat.
Namun, liburan hemat bukan berarti harus mengorbankan seluruh kenyamanan atau melewatkan pengalaman menarik. Dengan perencanaan yang tepat, ada banyak cara menghemat biaya traveling tanpa membuat perjalanan terasa serba terbatas.
Kuncinya bukan mencari pilihan termurah untuk semuanya, melainkan mengetahui pengeluaran mana yang penting dan bagian mana yang sebenarnya bisa ditekan.
Tentukan Budget Sebelum Memilih Destinasi
Banyak orang melakukan hal sebaliknya: menentukan destinasi terlebih dahulu, baru memikirkan berapa uang yang dibutuhkan.
Tidak ada yang salah dengan cara tersebut, tetapi kalau tujuan utamanya traveling hemat, menentukan budget sejak awal bisa membuat perencanaan lebih mudah.
Misalnya kamu sudah menentukan jumlah maksimal yang ingin dikeluarkan untuk perjalanan selama empat hari.
Dari angka tersebut, mulai bagi kebutuhan menjadi beberapa bagian seperti:
- transportasi menuju destinasi;
- penginapan;
- transportasi lokal;
- makanan;
- tiket wisata;
- belanja;
- dana cadangan.
Setelah mendapatkan gambaran kasar, barulah cari destinasi yang realistis dengan budget tersebut.
Hindari Terlalu Terpaku pada Tanggal Populer
Waktu keberangkatan dapat memberikan perbedaan cukup besar terhadap biaya perjalanan.
Periode libur panjang, akhir tahun, atau waktu tertentu ketika permintaan perjalanan meningkat sering membuat harga tiket dan penginapan ikut berubah.
Kalau jadwal memungkinkan, coba bandingkan beberapa tanggal keberangkatan.
Bahkan perbedaan beberapa hari terkadang memberikan pilihan harga yang berbeda.
Fleksibilitas menjadi salah satu keuntungan terbesar bagi traveler yang ingin menekan biaya.
Namun, harga bukan satu-satunya pertimbangan. Periksa juga kondisi cuaca, aktivitas yang tersedia, dan karakter musim di destinasi.
Bandingkan Transportasi Sebelum Membeli Tiket
Jangan langsung membeli pilihan pertama yang ditemukan.
Bandingkan beberapa moda transportasi apabila tersedia.
Untuk perjalanan antarkota misalnya, pesawat mungkin paling cepat, tetapi kereta atau bus bisa menjadi alternatif tergantung destinasi, waktu, dan budget.
Perhatikan juga biaya tambahan.
Harga tiket yang terlihat murah belum tentu menjadi pilihan paling hemat apabila masih ada biaya bagasi, perjalanan menuju terminal atau bandara, serta kebutuhan lainnya.
Hitung total biaya perjalanan, bukan hanya angka yang muncul pada halaman pencarian pertama.
Pilih Penginapan Berdasarkan Total Biaya
Penginapan murah yang sangat jauh dari pusat aktivitas belum tentu benar-benar murah.
Misalnya kamu menghemat Rp100 ribu per malam karena memilih hotel di pinggiran kota, tetapi kemudian harus mengeluarkan biaya transportasi tambahan setiap kali ingin pergi ke tempat wisata.
Pada akhirnya selisih tersebut bisa hilang.
Sebelum memesan, buka peta dan perhatikan posisi penginapan terhadap lokasi yang ingin dikunjungi.
Cari keseimbangan antara harga, lokasi, fasilitas, dan akses transportasi.
Untuk traveler yang sebagian besar waktunya dihabiskan di luar, kamar sederhana dengan lokasi strategis terkadang sudah lebih dari cukup.
Gunakan Transportasi Lokal dengan Bijak
Transportasi menjadi pengeluaran yang mudah membengkak tanpa disadari.
Jika destinasi memiliki sistem transportasi umum yang mudah digunakan, cari tahu bagaimana sistem tiket dan rutenya sebelum berangkat.
Beberapa kota menyediakan tiket harian atau jenis tiket tertentu yang bisa lebih praktis untuk wisatawan.
Namun, jangan otomatis menganggap transportasi umum selalu menjadi pilihan terbaik.
Untuk perjalanan beberapa orang, terkadang berbagi kendaraan bisa lebih praktis atau bahkan lebih ekonomis pada rute tertentu.
Bandingkan berdasarkan kondisi perjalanan.
Susun Destinasi Berdasarkan Lokasi
Salah satu cara menghemat biaya traveling yang sederhana adalah mengelompokkan tempat wisata berdasarkan area.
Jangan membuat itinerary yang memaksa kamu bolak-balik dari satu ujung kota ke ujung lainnya.
Kalau ada tiga destinasi yang lokasinya berdekatan, coba kunjungi pada hari yang sama.
Selain menghemat biaya transportasi, cara ini juga mengurangi waktu yang terbuang di perjalanan.
Gunakan peta ketika menyusun itinerary supaya jarak antar lokasi lebih mudah terlihat.
Tidak Semua Tempat Wisata Harus Berbayar
Destinasi menarik tidak selalu membutuhkan tiket mahal.
Banyak kota memiliki taman, kawasan bersejarah, pasar, pantai, area publik, jalan ikonik, atau tempat lainnya yang bisa dinikmati dengan biaya rendah bahkan gratis.
Gabungkan destinasi berbayar dengan aktivitas gratis.
Misalnya satu hari mengunjungi objek wisata utama yang memang membutuhkan tiket, lalu sore harinya berjalan di kawasan kota atau menikmati ruang publik.
Cara ini membuat itinerary tetap beragam tanpa membuat biaya tiket wisata terlalu besar.
Atur Pengeluaran Makan
Wisata kuliner memang menjadi salah satu bagian paling menyenangkan dari traveling.
Namun, semua waktu makan tidak harus dilakukan di restoran populer.
Tentukan beberapa makanan atau tempat yang memang ingin dicoba, kemudian kombinasikan dengan pilihan lokal yang lebih sederhana.
Pasar, warung, food court, atau tempat makan yang biasa dikunjungi masyarakat lokal dapat menjadi alternatif.
Selain berpotensi lebih hemat, pengalaman makan seperti ini terkadang justru menjadi bagian yang paling diingat dari perjalanan.
Bawa Barang yang Memang Dibutuhkan
Barang tertinggal bisa menambah pengeluaran yang sebenarnya tidak perlu.
Charger tertinggal, perlengkapan mandi lupa dibawa, atau tidak menyiapkan pakaian yang sesuai cuaca akhirnya membuat kita membeli barang tambahan di destinasi.
Karena itu, buat checklist sebelum berangkat.
Menyiapkan barang yang wajib dibawa saat traveling sejak awal bukan hanya membuat packing lebih teratur, tetapi juga membantu mengurangi pembelian mendadak selama perjalanan.
Namun, jangan sampai konsep ini berubah menjadi membawa seluruh isi rumah.
Bawa secukupnya sesuai durasi dan kebutuhan.
Batasi Belanja Oleh-Oleh
Kalimat “mumpung sudah sampai sini” bisa menjadi musuh budget traveling.
Satu oleh-oleh mungkin murah, tetapi kalau membeli untuk banyak orang, totalnya bisa menjadi cukup besar.
Tentukan budget khusus oleh-oleh sebelum berangkat.
Dengan begitu, kamu tetap bisa membawa sesuatu dari perjalanan tanpa mengambil dana yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan utama.
Kalau memang tidak membutuhkan sesuatu, tidak ada kewajiban untuk membelinya hanya karena sedang traveling.
Foto dan pengalaman juga bisa menjadi kenang-kenangan.
Manfaatkan Promo dengan Tetap Membandingkan Harga
Promo tiket dan penginapan memang bisa membantu menekan biaya.
Namun, label diskon tidak otomatis berarti harga akhirnya menjadi yang paling murah.
Bandingkan harga akhir setelah pajak dan biaya tambahan.
Perhatikan juga aturan pembatalan, perubahan jadwal, bagasi, sarapan, serta fasilitas lain yang mungkin berpengaruh terhadap total pengeluaran.
Promo yang bagus adalah promo yang sesuai kebutuhan perjalanan, bukan sekadar memiliki angka diskon besar.
Jangan Membuat Itinerary Terlalu Padat
Itinerary padat bukan cuma melelahkan, tetapi juga bisa membuat pengeluaran bertambah.
Semakin banyak tempat yang dikejar, semakin besar kemungkinan kita membutuhkan transportasi tambahan, membeli makanan terburu-buru, atau mengeluarkan biaya lain karena waktu terlalu sempit.
Bagi yang baru mulai merencanakan perjalanan sendiri, memahami tips traveling untuk pemula dapat membantu membuat itinerary yang lebih realistis.
Pilih beberapa aktivitas utama dan sisakan waktu kosong.
Traveling tidak harus selalu bergerak dari pagi sampai malam.
Catat Pengeluaran Selama Perjalanan
Tidak perlu membuat laporan keuangan rumit.
Cukup catat pengeluaran utama setiap hari melalui aplikasi catatan di smartphone atau aplikasi budget yang biasa digunakan.
Misalnya:
Transportasi: Rp150.000
Makanan: Rp120.000
Tiket wisata: Rp100.000
Belanja: Rp50.000
Dengan catatan sederhana, kamu bisa mengetahui apakah pengeluaran masih sesuai rencana.
Kalau dua hari pertama sudah menggunakan sebagian besar budget, pengeluaran pada hari berikutnya bisa disesuaikan.
Selalu Siapkan Dana Cadangan
Traveling hemat bukan berarti membawa uang dengan jumlah yang benar-benar pas.
Tetap siapkan dana cadangan untuk kondisi tidak terduga.
Transportasi bisa berubah, barang penting mungkin hilang atau rusak, jadwal perjalanan dapat terganggu, dan berbagai kondisi lain bisa muncul.
Dana cadangan sebaiknya tidak dianggap sebagai budget belanja tambahan.
Gunakan hanya ketika memang dibutuhkan.
Dengan begitu, perubahan kecil selama perjalanan tidak langsung membuat seluruh rencana berantakan.
Liburan Hemat Tetap Bisa Berkesan
Mengetahui cara menghemat biaya traveling bukan berarti harus selalu memilih yang paling murah.
Traveling hemat lebih banyak berbicara tentang menentukan prioritas.
Kalau ada satu pengalaman yang benar-benar ingin dicoba, tidak masalah mengalokasikan budget lebih besar untuk hal tersebut. Penghematan bisa dilakukan pada bagian lain yang tidak terlalu penting.
Bandingkan transportasi, pilih penginapan secara cermat, susun itinerary berdasarkan lokasi, atur pengeluaran makan, dan hindari pembelian yang sebenarnya tidak diperlukan.
Pada akhirnya, perjalanan yang berkesan tidak selalu ditentukan oleh seberapa banyak uang yang dikeluarkan.
Melalui Suboticke Travel, kami akan terus menghadirkan inspirasi destinasi, kuliner, budaya, dan berbagai panduan perjalanan yang bisa membantu kamu merencanakan liburan dengan lebih mudah.
